Kapolres Boyolali Hadiri FGD UKM IPSI UBY: Merajut Kerukunan dalam Bingkai Budaya Boyolali dan Indonesia yang Kondusif

 


Boyolali – Dalam upaya memperkuat kerukunan dan keharmonisan antar perguruan silat di Kabupaten Boyolali, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Universitas Boyolali menggelar Forum Group Discussion (FGD) bertema “Merajut Kerukunan antar Perguruan dalam Bingkai Budaya Boyolali dan Indonesia yang Kondusif”, bertempat di Aula Gedung F Universitas Boyolali, Desa Winong, Kecamatan/Kabupaten Boyolali, Senin (23/6/2025), Siang.

Kegiatan FGD dihadiri sekitar 100 peserta dari berbagai elemen, termasuk perwakilan perguruan silat, mahasiswa, pelajar SMA/SMK, serta instansi pemerintahan dan kepolisian. Kapolres Boyolali AKBP Rosyid Hartanto turut hadir sebagai narasumber bersama Ketua IPSI Boyolali Dr. Ronny Syaifullah. Hadir pula sejumlah pejabat dan tokoh seperti Kapolsek Boyolali Kota AKP Kuntadi Wijanarko, Kasat Reskrim Polres Boyolali AKP Joko Purwadi, dan perwakilan Kesbangpol serta FKUB Boyolali.

Dalam sambutannya, perwakilan Rektor Universitas Boyolali, Bp. Roso Prajoko menyampaikan bahwa FGD ini menjadi forum penting untuk mencari solusi atas gesekan yang kadang terjadi antarperguruan pencak silat. Ia berharap kegiatan ini menghasilkan kesimpulan dan langkah konkret dalam menjaga harmoni di tengah keberagaman.

Kapolres Boyolali AKBP Rosyid Hartanto dalam paparannya menyoroti pentingnya sinergitas antara elemen masyarakat, pemerintah, lembaga pendidikan, hingga media massa untuk menciptakan stabilitas sosial yang berkelanjutan. Ia memaparkan data kasus kekerasan sejak 2023 hingga Mei 2025, serta menekankan berbagai strategi pencegahan konflik antar kelompok, seperti pendidikan toleransi, dialog terbuka, dan peran aktif tokoh masyarakat.

“Dalam momen Hari Bhayangkara ke-79 ini, kami mengajak seluruh elemen untuk menumbuhkan rasa empati dan menggunakan pendekatan persuasif seperti empati, kolaboratif, hingga story telling untuk meredam potensi konflik,” ujar Kapolres.

Sementara itu, Ketua IPSI Boyolali Dr. Ronny Syaifullah mengupas peran pencak silat dalam membentuk karakter serta menjadi alat pemersatu bangsa. Ia menyoroti penyebab konflik antar perguruan seperti fanatisme berlebihan dan perbedaan tradisi, serta menawarkan solusi berbasis komunikasi terbuka dan aturan bersama.

Diskusi berlangsung dinamis, ditutup dengan sesi tanya jawab dan penyerahan cenderamata kepada para narasumber. Kegiatan ini menjadi langkah konkret dalam membangun jembatan harmoni antarperguruan serta memperkuat budaya damai dan persaudaraan di Boyolali.

#KapolresBoyolali #RosyidHartanto #PolriUntukMasyarakat #FGDIKSIBoyolali #ForumSilatDamai #IPSIUBY2025 #MerajutKerukunanBoyolali #FGDBudayaDamai #SilatUntukGenerasiEmas #PemudaCintaDamai #BudayaTanpaKonflik #DiskusiPemersatuBangsa #MahasiswaUntukKerukunan #PolresBoyolali 

إرسال تعليق

أحدث أقدم