Telah terjadi peristiwa tanah longsor tebing yang mengarah ke jalur Jalan Alternatif Selo–Ampel, tepatnya di Dukuh Tompak RT 06 RW 03, Desa Tarubatang, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali pada hari Rabu, tanggal 21 Januari 2026, sekitar pukul 07.15 WIB.
Kejadian ini pertama kali dilaporkan oleh Rohmadi, 35 tahun, seorang karyawan honorer yang beralamat di Dukuh Ngaglik RT 02 RW 07, Desa Samiran, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali.
Berdasarkan keterangan saksi-saksi di lokasi, yaitu Sumardi, 48 tahun, petani asal Dukuh Tompak RT 02 RW 02, Desa Ngagrong, Kecamatan Gladagsari, serta Sumar, 50 tahun, petani asal Dukuh Rejosari RT 14 RW 06, Desa Tarubatang, Kecamatan Selo, peristiwa longsor terjadi setelah hujan deras dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut sejak dini hari.
Longsoran tanah berasal dari tebing dengan ukuran tinggi sekitar 5 meter dan lebar 5 meter, dengan ketebalan material tanah mencapai kurang lebih 1 meter yang menutup sebagian badan jalan di jalur alternatif Selo–Ampel.
Akibat kejadian tersebut, arus lalu lintas di jalur alternatif sempat terganggu, terutama bagi pengguna kendaraan roda dua dan roda empat yang melintas dari arah Selo menuju Ampel maupun sebaliknya.
Dalam peristiwa tersebut tidak terdapat korban jiwa maupun luka-luka (nihil korban).
Menindaklanjuti kejadian tersebut, petugas gabungan dari Polsek Selo, Koramil 07/Selo, BPBD Kabupaten Boyolali, Tim Siaga Desa (TSD) Tarubatang, relawan, dan masyarakat sekitar segera melakukan upaya evakuasi serta pembersihan material longsoran tanah dan lumpur yang menutupi bahu jalan.
Kegiatan pembersihan turut dibantu oleh alat berat milik BPBD Kabupaten Boyolali untuk mempercepat proses penanganan.
Kegiatan evakuasi di lokasi dipimpin Kapolsek Selo AKP Kiryanta, S.H., beserta tiga anggota Polsek Selo, dua anggota Koramil 07/Selo, empat anggota BPBD Kabupaten Boyolali, serta sejumlah anggota TSD Tarubatang, relawan, dan warga masyarakat setempat. Berkat kerja sama dan gotong royong seluruh unsur tersebut, proses pembersihan dapat diselesaikan dengan baik.
Hingga laporan ini dibuat, kondisi hujan di wilayah Selo sudah mulai reda dan jalur alternatif Selo–Ampel di Dukuh Tompak, Desa Tarubatang, telah dapat dilalui kembali oleh pengguna jalan dari kedua arah, baik kendaraan roda dua maupun roda empat.
Meski demikian, petugas tetap mengimbau masyarakat untuk berhati-hati saat melintas karena kondisi jalan masih licin akibat sisa lumpur.
